Now Playing Tracks

MEMBENTUK CITRA POSITIF POLRI DIMATA MASYARAKAT INDONESIA

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) adalah organisasi pemerintah yang salah satu fungsinya yaitu sebagai pelindung dan penganyom masyarakat Indonesia. Peran polisi sangat berat dalam melaksanakan fungsinya tersebut mengingat berbagai pelanggaran hukum yang ditangani oleh Polri dari waktu kewaktu semakin meningkat. Dalam kondisi tersebut profesionalitas dan figuritas oknum Polri atau polisi harus lebih ditingkatkan demi menjaga baik nama Polisi di mata masyarakat.

Namun tingkat kepercayaan masyarakat pada polisi semakin lama semakin berkurang disebabkan adanya persepsi negatif masyarakat pada tubuh polisi. Citra baik polisi di mata masyarakat seringkali dikotori oleh ulah oknumnya sendiri sehingga polisi didera vonis yang negatif. Seringkali masyarakat menggeneralisasikan masalah yang ada, kesalahan salah satu oknum polisi merupakan kesalahan dakam tubuh organisasinya pula. 

Beberapa kasus yang seringkali menjadi masalah adalah kasus penyalahgunaan wewenang, penganiayaan, pelecehan seksual, perbuatan tidak menyenangkan, dan penyalahgunaan senjata api. Kasus tersebut perlahan-lahan membentuk sebuah opini negatif dan sikap tidak percaya dalam masyarakat, karena opini yang seharusnya terbentuk adalah polisi merupakan sebuah figur yang patut untuk dicontoh dan diandalkan, karena kekuatan polisi merupakan pilar utama dalam masalah keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga dalam menjalankan fungsinya seringkali publik atau masyarakat meragukan kemampuan polisi dalam menjalankan fungsinya sebagai pelindung dan penganyom yang dapat dipercaya.

Dikarenakan banyaknya citra negatif polisi di mata masyarakat maka dari itu, sebagai Public Relation Kepolisian Republik Indonesia harus membuat beberapa perencanaan untuk mengembalikan citra positif polisi dimata masyarakat. Dalam melakukan perencanaan tersebut, ada 8 elemen yang harus digunakan, yaitu:

l  Situation

l  Objectives

l  Audience

l  Strategy

l  Tactics

l  Timing

l  Budget

l  Evaluation

Dari elemen-elemen diatas, berikut penjelasannya:

·         Situation

Dalam elemen situasi, sebagai humas (public relation) harus meyakinkan mengapa PR program/kampanye ini harus dilakukan. Dalam kasus ini sudah jelas jika PR program harus dilakukan untuk membuat citra positif kepolisian Indonesia dimata masyarakat agar masyarakat kembali percaya terhadap kinerja kepolisian Indonesia. Banyaknya citra negatif seperti kasus penyalahgunaan wewenang, penganiayaan, pelecehan seksual, perbuatan tidak menyenangkan,  penyalahgunaan senjata api sampai penggunaan obat terlarang membuat

Masyarakat tidak percaya lagi dan tidak menganggap polisi sebagai figur yang patut untuk dicontoh dan diandalkan, karena kekuatan polisi merupakan pilar utama dalam masalah keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

·         Objectives

Setelah mendefinisikan situasi dan masalah yang ada, PR harus membuat tujuan. Tujuan yang dibuat harus dapat membantu memecahkan masalah dan mengatasi situasi yang telah didefinisikan. Dalam kasus ini tujuannya adalah untuk membentuk citra positif polisi dimata masyarakat dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada polisi bahwa fungsi polisi sesuai dengan perannya.

 

·         Audience

Setelah menentukan tujuan, kita juga harus menetukan kepada siapa kita akan mengarahkan komunikasi kita. Untuk kasus ini kita bisa memulai mengarahkan komunikasi melalui pendekatan-pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh politik untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban dengan mengikut sertakan peran polisi didalamnya.

 

·         Strategies

Elemen ini adalah elemen yang berisi tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah dibuat. Berikut pelaksanaan tujuan yang harus dilakukan:

 

1.      Pimpinan POLRI harus berkomitmen untuk membenahi dan memperbaiki kinerja POLRI

Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan konferensi pers dengan media (cetak dan elektronik) yang ada di Indonesia. Konferensi pers ini dilakukan oleh KAPOLRI dengan membuat pernyataan mengakui segala kesalahan atas tindakan aparat POLRI yang salah, dan menyatakan akan bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang telah dibuat dan siap mengundurkan diri bila perlu.

Dalam konferensi pers ini juga KAPOLRI mengumumkan akan memberikan sanksi yang tegas kepada aparat yang melanggar dan melakukan sesuatu di luar prosedur. Harapan dari konferensi pers ini, akan membentuk persepsi masyarakat bahwa POLRI sungguh-sungguh akan merubah kinerjanya menjadi lebih baik.

 

 

 

 

 

2.      Memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

a.       Bersikap ramah kepada masyarakat

Polisi memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah, minimal tersenyum baik sedang bertugas ataupun sedang tidak bertugas. Harapan dari tindakan ini masyarakat menjadi merasa nyaman dan terlindungi dengan sikap dan perilaku yang ditunjukkan polisi.

b.      Bersikap adil

Polisi harus terbuka dan tidak menutupi kasus kriminal para pejabat dan tidak menindas atau memeras kasus yang melibatkan masyarakat biasa, serta tidak ikut memperjual-belikan perkara. Harapan dari tindakan ini masyarakat menjadi percaya akan kinerja polisi yang adil.

c.       Menghapus tilang

Menghapus tilang dilakukan untuk menghindari negosiasi yang akhirnya menjadi berupa penyuapan kepada polisi.  Penghapusan tilang akan diganti menjadi pengeluaran formulir biru (tilang dengan cara membayar melalui bank terdekat). Dan polisi harus meminimalisir dan mencegah terjadinya pelanggaran. Harapan dari tindakan ini, masyarakat menjadi lebih taat dan patuh serta mulai berfikir positif tentang kinerja polisi dan masyarakat merasa diayomi.

d.      Pelayanan SIM dan STNK dilakukan oleh pihak swasta

Secara fungsional POLRI harus memutuskan hubungan institusi POLRI dengan INKOPOL (Induk Koperasi POLRI), yang menangani pemberian SIM dan pengurusan STNK. Pelaksanaan layanan publik ini akan lebih baik dikelola pihak swasta untuk menghindari penyuapan. Harapan dari tindakan ini akan membentuk persepsi masyarakat bahwa polisi bebas korupsi.

 

3.      Kekayaan aparat POLRI diselidiki

      Kekayaan aparat POLRI, baik pejabatnya maupun aparat bawah diselidiki KPK. Dalam hal ini pimpinan POLRI harus kooperatif untuk siap diperiksa. Jika terbukti ada aparat yang korupsi maka harus segera diberhentikan. Harapan dari tindakan ini masyarakat menjadi percaya bahwa POLRI tidak melakukan KKN.

 

4.      Melakukan konferensi pers untuk mengumukan hasil penyelidikan KPK

Konferensi pers ini dilakukan untuk memberitahukan hasil penyelidikan kekayaan aparat POLRI yang telah diselidiki KPK. Hal ini dilakukan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa POLRI benar-benar serius dan berkomitmen untuk membenahi kinerja POLRI. Harapan dari tindakan ini masyarakat menjadi semakin percaya dengan kinerja kepolisian.

 

5.      Membuat kampanye melalui iklan dan film

POLRI membuat iklan yang berisi kampanye kinerja polisi setelah dilakukan pembenahan. Iklan tersebut dibuat untuk media elektronik dan media cetak. Selain itu kampanye juga dilakukan di acara-acara televisi dengan menghadirkan polisi sebagai narasumber, misalnya untuk memberikan informasi lalu lintas. Lalu POLRI bekerja sama dengan sebuah production house untuk membuat sebuah film fiksi ataupun dokumenter yang bertemakan kepolisian, baik itu tentang kasus kriminal atau kasus-kasus lainnya yang menunjukkan bahwa kinerja polisi sangat mengagumkan dan dibutuhkan. Hal ini dilakukan untuk membentuk image polisi dimata masyarakat. Harapan dari pembuatan iklan, masyarakat akan lebih sadar bahwa kinerja polisi telah membaik dan benar-benar dibenahi. Harapan dari pembuatan film, masyarakat akan merasa dan berfikir bahwa polisi merupakan pelindung dan penjaga keadilan. Selain itu film merupakan media untuk membuktikan dan menyampaikan kinerja dan pencapaian positif polisi.

 

·         Tactics

Elemen ini memuat tentang relisasi dan eksekusi dari strategi yang telah dibuat. Berikut realisasi yang akan dilakukan:

 

1.      Pimpinan POLRI harus berkomitmen untuk membenahi dan memperbaiki kinerja POLRI dengan melakukan konferensi pers. Tindakan ini dilakukan melalui media massa (cetak dan elektronik) agar masyarakat melihat langsung komitmen dari POLRI.

2.      Memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

a.       Bersikap ramah kepada masyarakat, tindakan ini bisa dilakukan secara langsung saat sedang bertugas, dan dengan melakukan kampanye melalui media agar lebih meyakinkan.

b.      Bersikap adil, hal ini dilakukan langsung dalam proses kinerja dan dapat dikomunikasikan kepada masyarakat melalui media cetak.

c.       Menghapus tilang, tindakan ini dilakukan secara langsung saat terjadi pelanggaran. Hal ini dapat dikomunikasikan langsung kepada masyarakat melalui kampanye media massa dan bekerja sama pula dengan bank.

d.      Pelayanan SIM dan STNK dilakukan oleh pihak swasta, tindakan ini bisa dikomunikasikan melalui iklan baik di tv maupun media cetak.

3.      Kekayaan aparat POLRI diselidiki, tindakan ini dikomunikasikan melalui media massa (cetak dan elektronik) dengan melakukan konferensi pers untuk memberitahukan hasil penyelidikan.

4.      Membuat kampanye melalui iklan dan film, tindakan ini dilakukan melalui media seperti: tv, radio, koran, dll. Dan juga meluli bioskop untuk film.

 

 

 

 

 

JADWAL KEGIATAN SELAMA MEMBENTUK CITRA POSIPOLRI DIMATA MASYARAKAT

·         Calendar

No

Tanggal Kegiatan

Waktu Kegiatan

Kegiatan

1.

1 Januari 2014

13.00 WIB

Melakukan konferensi pers yang menyatakan komitmen untuk membenahi kinerja POLRI

2.

2Januari-31 Desember 2014

-

Memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

a.       Bersikap ramah kepada masyarakat

b.      Bersikap adil, hal ini dilakukan langsung dalam proses kinerja dan dapat dikomunikasikan kepada masyarakat melalui media cetak.

c.       Menghapus tilang

d.      Pelayanan SIM dan STNK dilakukan oleh pihak swasta

3.

1Februari-2Maret 2014

-

Kekayaan aparat POLRI diselidiki

4.

3 Maret 2014

09.00 WIB

Konferensi pers hasil penyelidikan kekayaan aparat POLRI

5.

5Januari 2014

-

Membuat kampanye melalui iklan

6.

2Februari-31 Desember 2014

-

Mengiklankan kampanye yang telah dibuat

7.

3 Maret-Agustus 2014 

-

Membuat film dalam rangka kampanye

8.

2September 2014

-

Merilis Film yang telah dibuat dalam rangka kampanye

9.

31Desember 2014

-

Citra POLRI dimata masyarakat kembali positif

 

 

·         Budget

Ø  Biaya Iklan:

-          Iklan Media Cetak selama 1 tahun

(Rp 16.800.000 x 12)                          :          Rp201.600.000

-          Iklan televisi selama 1 tahun

(Rp 30.000.000 x 12)                          :           Rp360.000.000

                                                                        Rp560.600.000

Ø  Biaya Pembuatan Film Dokumenter:                                Rp200.000.000

Rp760.600.000

Ø  Biaya Tak terduga (10%)                                      :           Rp  36.000.000

Rp796.600.000

 

·         Evaluation

Dalam elemen ini, kita bisa tahu apakah semua tujuan kita tercapai dan apakah setiap tindakan yang sudah kita rencanakan sudah dilaksanakan. Lalu dalam elemen ini juga kita bisa mengetahui apa kekurangan dari tindakan yang sudah dilakukan. Setelah melakukan setiap tindakan yang ada dalam strategi, kita bisa memprediksi apa kekurangan dalam kampanye kita agar bisa diperbaiki.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PUBLIC RELATION

MEMBENTUK CITRA POSITIF POLRI DIMATA MASYARAKAT INDONESIA

Disusun Oleh:

Anton Sugito

Desti Susanti

Fakhrul Hilman

Herlina Sugiarti

Indri Frily

Irpan Taopik

Putri Eka Yuliani

Siti Hasanah

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PEMASARAN

JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2013

 

 

To Tumblr, Love Pixel Union